CINTA DAN WAKTU

Posted on 108 views

30Alkisah di sebuah pulau kecil tinggallah berbagai macam benda abstrak, ada cinta, ada gembira, ada kesedihan, kekayaan, dan lain sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, badai besar datang dan menghempas pulau kecil itu. Air laut tibatiba naik dan akan menenggelamkan pulau kecil itu. Semua penghuni pulau cepat-2 berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan, sebab ia tak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan
mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik dan membasahi kaki cinta.

Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.“Kekayaan, kekayaan, tolong aku !” teriak cinta. “Aduh, maaf cinta”, kata kekayaan “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, karena nanti perahuku tenggelam. Lagipula tak ada lagi tempat bagimu di perahu ini”. Lalu kekayaan cepat-2 mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali karena ditinggalkan begitu saja oleh kekayaan.

Tak berapa lama kemudian lewatlah kegembiraan dengan perahunya.“Kegembiraan, tolong aku !” teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu senang karena berhasil menemukan perahu, sehingga ia tidak mendengar teriakan cinta. Air makin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang, dan cinta panik.

Bersamaan dengan itu lewatlah kecantikan. “Kecantikan, bawalah aku bersamamu”, kata cinta. “Wah cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini” kata kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya.

Saat itu juga lewat kesedihan.“Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu”, kata cinta. “Maaf cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja …….” jawab kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelamkannya.

Pada saat keadaan kritis itulah tiba-2 terdengar suara “Cinta, mari cepat naik ke perahuku !”. Cinta menoleh dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-2 cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat orang itu menurunkan cinta, dan segera pergi lagi. Pada saat itulah cinta sadar bahwa ia tidak tahu sama sekali siapa orang tua yang telah menyelamatkannya. Cinta segera menanyakannya kepada penduduk di pulau itu. “Oh orang tua tadi ? Dia adalah waktu”, jawab
para penduduk. “Tapi mengapa ia menyelamatkan aku, bukankah dia tidak mengenal aku, dan aku tidak mengenal dia. Bahkan teman-2ku yang mengenal akupun tidak mau menyelamatkan aku”, tanya si cinta dengan keheranan.
“Sebab”, kata orang itu

“HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI
SESUNGGUHNYA DARI SEBUAH CINTA ……………..”

Gravatar Image
Wahyu Tri Sasongko, Seorang Ayah yang punya hobby Ngeblog sekaligus menjalankan bisnis dibidang Teknologi Informasi, Aktif sebagai Trainer Aplikasi Opensource, Trainer pembuatan website, sekarang belajar menjadi seorang internet marketer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *