Islam Kembali Asing ? Bagaimana Bisa ? Ini penjelasannya !

Posted on 134 views

Syekh al-‘Allamah Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimi al-Yamani (1313 H – 1386 H), adalah salah seorang pakar hadits dari Yaman. Banyak sekali meninggalkan karya-karya ilmiah dan juga pandangan-pandangan yang sangat luar biasa.

Diantaranya adalah penjelasan beliau – rahimahullah – tentang kembalinya Islam ke era ghurbah (dipandang asing).

Terkait hal ini, beliau menulis dan menjelaskannya sebagai berikut:

وَعَلَى كُلِّ حَالٍ، فَالْمَعْرُوْفُوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ بِذَلِكَ (أَيْ: بِالْأَمْرِ بِالْمُعْرُوْفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ) أَفْرَادٌ يُعَدُّوْنَ بِالْأَصَابِعِ، وَالْجُمْهُوْرُ سَاكِتُوْنَ.

Ala kulli hal (intinya), ulama’-ulama’ yang dikenal sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar hanyalah beberapa orang yang dapat dihitung dengan jari tangan, sementara public (kebanyakan orang) memilih [sikap] diam (dalam arti tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar).

وَأَمَّا فِي الْقُرُوْنِ الْمُتَأَخِّرَةِ فَشَاعَتِ الْمُنْكَرَاتِ بَيْنَ الْمُلُوْكِ وَالْأُمَرَاءِ وَالْعُلَمَاءِ وَالْعَامَّةِ، وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَفْرَادٌ قَلِيْلُوْنَ لَا يَجْسَرُوْنَ عَلَى شَيْءٍ؛

Di abad-abad terakhir bahkan berbagai bentuk kemunkaran telah merata di kalangan para raja, penguasa, ulama’ dan masyarakat awam, dan yang tersisa (dalam arti tidak terlibat dalam berbagai kemunkaran) hanyalah beberapa orang yang tidak banyak, itupun mereka tidak mempunyai nyali dan keberanian apa pun.

                                                                                                        فَإِذَا تَحَمَّسَ أَحَدُهُمْ (أَيْ: مِنَ الْعُلَمَاءِ) وَقَالَ كَلِمَةً،

Jika ada salah seorang ulama’ yang masih mempunyai hamasah (semangat), lalu ia menyampaikan satu kata saja (dari amar ma’ruf nahi munkar), [maka, hamasahnya ini mendapatkan respon negative dari berbagai pihak]:

قَالَتِ الْعَامَّةِ: “هَذَا مُخَالِفٌ لِلْعُلَمَاءِ وَلَمَا عَرَفْنَا عَلَيْهِ الْآبَاءَ”.

1. Masyarakat awam akan berkata: “Satu kata yang disampaikan oleh seorang ulama’ itu menyelisihi [pendapat dan sikap] para ulama’, dan kami pun belum pernah mendengar seperti yang dikatakannya dari nenek moyang kami”.

وَقَالَ الْعُلَمَاءُ: “هَذَا خَارِقٌ لِلْإِجْمَاعِ مُجَاهِرٌ بِالاِبْتِدَاعِ”.

2. Para ulama’ pun berkomentar: “Pendapat seorang ulama’ yang menyampaikan satu kata itu telah keluar dari (ijma’), dan ia telah terang-terangan melakukan suatu kebid’ahan (sesuatu yang baru dalam beragama).

وَقَالَ الْمُلُوْكُ وَالْأُمَرَاءُ: “هَذَا رَجُلٌ يُرِيْدُ إِحْدَاثَ الْفِتَنِ وَالاِضْطِرَابَاتِ، وَمِنَ الْمُحَالِ أَنْ يَكُوْنَ الْحَقُّ مَعَهُ، وَهَؤُلَاِء الْعُلَمَاءُ وَمَنْ تَقَدَّمَهُمْ عَلَى بَاطِلٍ، وَعَلَى كُلًّ فَالْمَصْلَحَةُ تَقْتَضِيْ زَجْرَهُ وَتَأْدِيْبَهُ!”.

3. Para raja dan penguasa berkata: “Ulama’ yang berani menyampaikan satu kata itu adalah seseorang yang bermaksud menimbulkan berbagai macam fitnah dan instabilitas, dan mustahil kebenaran akan membersamainya dan mustahil pula mereka-mereka para ulama’ (lainnya) dan orang-orang yang sebelum lelaki itu berada di atas suatu kebatilan. Apa pun keadaan dan situasinya, pertimbangan kemaslahatan telah mengharuskan kami untuk memberi ‘pelajaran’ kepadanya dan membuatnya jera”.

وَقَالَ بَقِيَّةُ الْأَفْرَادِ مِنَ الْمُتَمَسِّكِيْنَ بِالْحَقِّ: “لَقَدْ خَاطَرَ بِنَفْسِهِ وَعَرَّضَهَا لِلْهَلَاكِ، وَكَانَ يَسَعُهُ مَا وَسِعَ غَيْرَهُ!”.

4. Bahkan, sisa-sisa dari orang-orang yang masih berpegang teguh dengan kebenaran pun juga ikut-ikutan berkomentar: “Seseorang yang berani menyampaikan satu kosa kata amar ma’ruf nahi munkar itu telah ‘mencari perkara’, membawa dirinya kepada sesuatu yang berbahaya dan bisa berakibat kepada kebinasaannya, padahal, dia bisa saja mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang lainnya”.

وَهَكَذَا تَمَّتْ غُرْبَةُ الدِّيْنِ، فَإِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنِ!

Dengan adanya sikap-sikap seperti ini, sempurnalah keterasingan agama (ghurbatul Islam) itu, inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

(المصدر: موسوعة المعلمي … [5 / 114]).
Sumber: Ensiklopedi Al-Mu’allimi [5 / 114].

https://telegram.me/musyaffa/102

 

Gravatar Image
Wahyu Tri Sasongko, Seorang Ayah yang punya hobby Ngeblog sekaligus menjalankan bisnis dibidang Teknologi Informasi, Aktif sebagai Trainer Aplikasi Opensource, Trainer pembuatan website, sekarang belajar menjadi seorang internet marketer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *